Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 8

Membenci orang yang terus menerus bermaksiat merupakan ibadah, disamping itu ia juga harus meninggalkan tempat itu karena melihat dan menghadiri perbuatan munkar dengan kemauan sendiri tidak diperbolehkan. Barangsiapa yang telah ia larang dari perbuatan munkar tetapi ia tidak berhenti dan malah meneruskan perbuatan itu, maka kewajibannya adalah menjauhinya hingga ia meninggalkan kemunkaran itu dan bertaubat…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 7

Nabi Muhammad Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda: من ستر مسلما ستره الله في الدنيا و الاخرة Artinya: “Barangsiapayang menutupi ‘aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhirat.”   Dan tidaklah seseorang banyak menyebut keburukan orang lain dan mengungkap ‘aib mereka, melainkan kaum munafik yang tercela. Kewajiban seorang…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 6

Ketahuilah menempuh langkah lemah lembut, menampakkan kasih sayang memiliki peranan yang besar ketika menyeru kepada perbuatan ma’ruf dan melarang kemunkaran. Oleh karena itu, tempuhlah cara ini dan jangan berpaling ke yang lain selama masihada harapan manfaat dan tercapainya tujuan dengan cara ini.  Dalam sebuah hadits Nabi Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda:…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 5

Disamping itu amar ma’ruf dan nahi munkar hukumnya fardhu kifayah. Apabila ada sebagian kaum muslimin yang telah melakukannya, maka gugurlah kewajiban yang lainnya dan pahala hanya dikhususkan bagi yang menegakkan saja. Namun apabila mereka semua tidak melakukannya, maka dosa akan merata bagi setiap orang yang mengetahui kemunkaran itu dan ia mampu untuk menghapuskannya dengan kekuatannya…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 4

Allah swt  berfirman  mengenai  sifat  para kekasih-Nya dikalangan umat: أذلة على المؤمنين أعزة على الكفرين يجهدون في سبيل الله ولا يخافون لومة لائم Artinya:“Yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.” (Qs al-Maidah ayat:…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 3

apabila alasannya mendiamkan amar ma’ruf dan nahi munkar semata-mata karena ia yakin apabila ia menyuruh atau melarang ia akan mendapat sesuatu yang mengancam keselamatan dirinya atau hartanya, maka dalam hal ini diperbolehkan baginya untuk mendiamkannya. Jika hal itu kuat, maka kemungkinannya dan ancamannya sangatlah berat tanggungannya Meski demikian, apabila ia tetap mengabaikannya serta ia terus…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 2

Baginda Nabi Muhammad Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam bersabda: أفضل الجهاد كلمة حق عند سلطان جائر Artinya: “Sebaik-baik jihad adalah pengutaraan kalimat kebenaran dihadap pemimpin yang kejam.” Beliau Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah ditanya tentang siapakah manusia terbaik? Lalu beliau Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa shahbihi wa salam…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 1

Semoga Allah swt menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang menegakkan keadilan dan yang menyeru kepadanya. Ketahuilah, bahwa amar ma’ruf dan nahi munkar termasuk syi’ar agama yang paling utama dan perkara terpenting bagi kaum beriman. Hal ini telah Allah swt perintahkan dan Allah swt anjurkan dalam kitab-Nya dan melalui lisan Rasul-Nya Shalallahu ‘alahi wa aalihi wa…

Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar Bagian 7

Saudara-saudara, hindarilah berbasa-basi dan menjilat dalam urusan agama. Maksudnya adalah seseorang  mengabaikan amar ma’ruf dan nahi munkar, enggan menyampaikan ucapan yang benar lantaran mencari simpati di hati manusia, mengharapkan ketenaran atau harta atau nasib duniawi dari mereka. Bahkan tidak sedikit orang yang berbuat demikian ia dihinakan oleh Allah swt, diganggu orang lain dan tidak mendapatkan…

SHAFIYYAH BINTI HUYAIY R.A. (Wanita Bani Nadhir) Bagian 7

Pada masa kekhalifahan ‘Utsman r.a., entah karena terpaksa atau atas kemauan sendiri, Shafiyyah berkecimpung dalam perjuangan poli­tik. Sikap dan pendiriannya ketika itu hampir sama dengan pendirian­nya yang membedakan ‘A’isyah r.a. dari Fathimah Az-Zahra r.a. di kala masih hidup. Demikian besar keinginannya menjalin persaudaraan de­ngan ‘A’isyah r.a. yang pada masa itu mempunyai pengaruh politik kuat dan…