Adab Membaca Al-Qur’an Bagian 5

Wahai para pembaca janganlah kalian mencampur adukkan bacaanya, lalai dan tidak mengamalkan al-Qur’an, tidak menurut perintahnya, tidak menjauhi larangan-Nya, apalagi berhenti pada batas-batasnya. Ketahuilah, bahwa banyak riwayat yang mencela orang semacam ini disamping kecaman keras lainnya. Dalam hal ini Baginda Nabi Muhammad ﷺ bersabda: اقرأ القرآن ما نهاك، فإن لم ينهك فلست تقرؤه Artinya: “Bacalah…

Adab Membaca Al-Qur’an Bagian 4

Disunnahkan untuk memperindah suara bacaan al-Qur’an. Karena hal ini membantu hati untuk lebih khusyu’ dan haru, juga menarik perhatian orang lain untuk mendengar bacaan al-Qur’an dengan baik. Dalam hal ini baginda Rasulullah ﷺ bersabda: حسّنوا القرآن بأصواتكم Artinya: “Perbaguslah bacaan al-Qur’an dengan suara kalian.” Nabi ﷺ bersabda: من لم يتغنّ باالقرآن فليس منّا Artinya: “Barangsiapa…

Adab Membaca Al-Qur’an Bagian 3

Wahai saudaraku, apabila engkau membaca al-Qur’an, maka renungkanlah, pikirkan dan fahamilah isinya dengan seksama. Apabila sampai pada ayat tentang perintah Allah swt atau larangan-Nya atau janji atau bahkan ancamannya, maka berhentilah sejenak dan periksalah dirimu ( intropeksi diri ). Jikalau memang nyatanya engkau mematuhi perintah itu, menjauhi larangan itu, mempercayai dan meyakini janji dan ancaman…

Adab Membaca Al-Qur’an Bagian 2

Dan diantara adab yang paling penting adalah, hendaknya si pembaca membaca ayat al-Qur’an dengan penuh tadabbur, merenungi isi bacaannya dan menghadirkan hatinya disitu. Mengenai hal ini, Allah swt berfirman: كتب أنزلنه إليك مبرك ليدّبّروا ءايته ے وليتذكّر أولوا الألبب ۝٢٩ Artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah agar mereka memperhatikan…

Adab Membaca Al-Qur’an Bagian 1

Ketahuilah bahwa membaca Al-Qur’an memiliki adab dzahir dan batin. Seorang hamba tidak dianggap dalam golongan orang-orang yang benar-benar membacanya, yang mana bacaan mereka sempurna, maka ia akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah swt. Dan siapapun yang tidak melakukannya, maka berarti bacaannya tidak sempurna, meskipun bacaan itu tidak terlepas dari pahala dan keutamaan sesuai…

Membaca Al-Qur’an dan berdzikir

Semoga Allah swt menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang senantiasa melantunkan kitab-Nya yang mulia dengan sebenar-benarnya, mempercayai isinya, memeliharanya, dan terpelihara olehnya, serta selalu bersandar pada hukum-hukumnya dan menegakkannya. Ketahuilah, bahwasanya membaca al-Qur’an termasuk ibadah yang terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah swt dan merupakan ketaatan yang paling utama. Membacanya sangatlah besar pahalanya. Hal ini…

Adab Haji Bagian 5

Termasuk perkara tercela adalah  menyewakan jasa untuk berhaji ialah yang sering dilakukan oleh sebagian kalangan awam. Mereka berangkat haji dengan niat untuk menggugurkan kewajiban hajinya, sehingga setelahnya ia bisa disewa jasanya untuk mewakili haji orang lain. Jika demikian, maka ia berhaji untuk mereka semata-mata menginginkan materi duniawi. Ketahuilah bahwa niat semacam ini adalah niatan yang…

Tentang Poligami Bagian 5

Poligami yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa aalihi wa sallam tidak lepas dari prin­sip-prinsip moral dan akhlak mulia. Beliau tidak menjadikan poligami sebagai suatu kebajikan yang dituntut dari setiap Muslim, dan tidak pula memandangnya sebagai suatu perbuatan mubah yang boleh dila­kukan begitu saja. Beliau memandangnya sebagai pemecahan terbaik yang perlu ditempuh untuk mengatasi kesukaran…

Tentang Poligami Bagian 4

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kalian menghen­daki kehidupan dunia dan hiasannya, marilah kalian kuberi mut’ah (suatu pemberian dari suami menurut kemampuannya) dan kalian kucerai secara baik-baik. Namun, jika kalian menghendaki keridaan Allah dan Rasul-Nya serta (kebahagiaan) di akhirat maka sesung­guhnya Allah telah menyediakan pahala besar bagi siapa saja di antara kalian yang berbuat baik.’”…

Tentang Poligami Bagian 3

Sementara orang berpendapat, bahwa dengan adanya beberapa orang istri yang saling bersaing merebut hati Rasulullah shalallahu alaihi wa aalihi wa sallam, itu se­sungguhnya sangat mengganggu pikiran dan perasaan beliau. Akan tetapi sebenarnya beliau sendiri baru merasa terganggu jika persaing­an di antara mereka itu sudah melampaui batas kewajaran. Jika sudah demikian itu barulah beliau menegur, gusar…