Bunda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 2

Beberapa minggu setelah perkawinan Aminah dengan “Abdullah pada suatu malam ia mimpi melihat pancaran sinar terang benderang dari sekitar dirinya sehingga ia seolah-olah dapat melihat istana-istana di Bushara dan di negeri Syam. Tidak berapa lama sesudah itu ia mende­ngar suara berkata kepadanya, “Engkau telah hamil dan akan melahir­kan orang termulia di kalangan umat ini.” Mendengar…

Bunda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam

Dalam sebuah hadis shahih  Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam pernah bersabda menegaskan: لم يزل الله ينقلني من الأصلاب الطيبة إلى الأرحام الطاهرة مصفى مهذبا , لا تتشعب شعبتان إلا كنت في خيرها . حديث شريف “… Dan senantiasa Allah memindahkan aku dari tulang sulbi yang baik ke dalam rahim yang suci,…

Bunda Nabi ‘Isa Alaihissalam

Allah SWT berfirman di dalam Al-Quranul-Karim:   اذ قالت الملائكة يمريم إن الله يبشرك بكلمة منه اسمه المسيح عيس ابن مريم وجيها في الدنيا والأخرة ومن المقربين . ال عمران :45 (Ingatlah) ketika malaikat (dahulu) berkata kepada Maryam: Hai Mar­yam, Allah menggembirakan engkau (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan titah (kun, jadilah) dari-Nya, bernama…

Bunda Nabi Isma’il Alaihissalam Bagian 3

Di perkampungan Yahudi ibu Musa tidak dapat melupakan anak kandungnya sendiri yang tak diketahui lagi nasibnya. Kepada anak pe­rempuannya (kakak perempuan Musa Alaihissalam.) ia minta supaya jangan jemu mencari berita tentang Musa Alaihissalam. untuk ditelusuri jejaknya. Kakak pe­rempuan Musa Alaihissalam. yang konon bernama Maria (Maryam) itu pergi me­nelusuri tepi bengawan dan sampailah kemudian di kawasan…

Bunda Nabi Isma’il Alaihissalam Bagian 1

Bunda para Nabi yang hendak kami bicarakan dalam bab ini ialah para ibu yang melahirkan Nabi Isma’il, Nabi Musa, Nabi ‘Isa, dan Nabi Mu­hammad—’alaihimush-shaldtu wassalam. Bukanlah suatu kebetulan kalau empat orang Nabi tersebut ditakdirkan lahir dari para ibu yang masing-masing mengasuh putra tanpa disertai para suaminya. Para ibu mereka bukan hanya memainkan peran masing-masing secara…

Tentang Poligami Bagian 5

Poligami yang dilakukan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa aalihi wa sallam tidak lepas dari prin­sip-prinsip moral dan akhlak mulia. Beliau tidak menjadikan poligami sebagai suatu kebajikan yang dituntut dari setiap Muslim, dan tidak pula memandangnya sebagai suatu perbuatan mubah yang boleh dila­kukan begitu saja. Beliau memandangnya sebagai pemecahan terbaik yang perlu ditempuh untuk mengatasi kesukaran…

Tentang Poligami Bagian 4

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kalian menghen­daki kehidupan dunia dan hiasannya, marilah kalian kuberi mut’ah (suatu pemberian dari suami menurut kemampuannya) dan kalian kucerai secara baik-baik. Namun, jika kalian menghendaki keridaan Allah dan Rasul-Nya serta (kebahagiaan) di akhirat maka sesung­guhnya Allah telah menyediakan pahala besar bagi siapa saja di antara kalian yang berbuat baik.’”…

Tentang Poligami Bagian 3

Sementara orang berpendapat, bahwa dengan adanya beberapa orang istri yang saling bersaing merebut hati Rasulullah shalallahu alaihi wa aalihi wa sallam, itu se­sungguhnya sangat mengganggu pikiran dan perasaan beliau. Akan tetapi sebenarnya beliau sendiri baru merasa terganggu jika persaing­an di antara mereka itu sudah melampaui batas kewajaran. Jika sudah demikian itu barulah beliau menegur, gusar…

Tentang Poligami Bagian 2

Dalam hal itu perlu dicatat, bahwa pernikahan Rasulullah shalallahu alaihi wa aalihi wa sallam de­ngan sekian banyak wanita berkaitan dengan tugas beliau sebagai Nabi dan Rasul yang berkewajiban menyampaikan dakwah dan ajaran aga­ma Islam. Seorang pemimpin yang memikul tanggungjawab besar wajar memperoleh hak-hak melebihi hak yang diperoleh bawahannya atau pihak yang dipimpinnya, demi keberhasilan pelaksanaan…