‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 13

Mariyah Al-Qibthiyyah juga mengalami kepahitan akibat kecemburuan para istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam yang lain, khususnya ‘A’isyah r.a. dan Hafshah r.a. Pada mulanya ‘A’isyah memang tidak menghiraukan Mari­yah karena ia tidak lebih hanya seorang wanita yang dihibahkan oleh penguasa Mesir, Muqauqis kepada Nabi. Toh ia tidak akan beroleh ke­dudukan sebagai…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 11

Belum lama ia merasa tenang, tidak terguncang lagi setiap hari oleh perasaan sendiri sebagai wanita mandul, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan istri Nabi yang baru, yaitu Hafshah binti ‘Umar bin Al-Khaththab r.a. Ia menempati ruangan di sebelah ruangan ‘A’isyah r.a. dan ruangan Saudah r.a. Seorang madu baru yang akan menyertai kehidupan rumah tangga Rasulullah Shalallahu…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 10

‘A’isyah r.a. menyadari, baik suaminya maupun semua pria Arab dari kabilah apa pun, sangat kuat keinginannya mempunyai anak lelaki. Makin banyak anak lelaki yang dilahirkan oleh istrinya, mereka makin bangga. Perasaan yang selalu menyesakkan dada ‘A’isyah r.a. itu ditam­bah lagi oleh kenyataan yang dilihatnya sendiri, bahwa suami yang dicin­tainya itu malah tampak lebih condong kepada…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 9

Mengenai pertemuan pertama Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dengan istrinya, ‘A’isyah r.a., beberapa buku riwayat menceritakan tutur ‘A’isyah r.a. sebagai berikut, “Pada suatu hari di saat aku sedang bermainan ayun­an datanglah ibuku mendekat. Aku diturunkan, kemudian rambutku dirapikan, dan mukaku dibersihkan dengan air. Setelah itu aku digan­deng berjalan hingga di pintu.…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 8

‘A’isyah r.a. Menyusul ke Madinah Setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dalam keadaan mantap tinggal di Madinah be­liau mengtus Zaid bin Haritsah berangkat ke Makkah ditemani maula beliau, Abu Rafi’. Beliau menugaskan Zaid memboyong putri-putri be­liau ke Madinah. Bersamaan dengan itu Abu Bakar r.a. juga berkirim surat kepada anak lelakinya, Abdullah,…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 7

Beberapa hari sejak “menghilangnya” Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dan Abu Ba­kar r.a. masyarakat di Makkah ramai membicarakan kejadian itu dan usaha beberapa orang musyrikin Quraisy yang bergerak mengejar …. Pada umumnya kaum musyrikin takut dan khawatir kalau-kalau Ra­sulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dan Abu Bakar kembali…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 6

Pada hari yang ketiga ‘A’isyah r.a. menunggu berita dari Asma, tetapi hingga matahari terbenam orang yang ditunggu beritanya itu belum juga pulang. Hati ‘A’isyah yang cemas gelisah makin gundah gulana. Ia menunggu di luar rumah dengan harapan akan dapat melihat Asma sedang berjalan di kejauhan. Setelah beberapa lama menunggu ia meli­hat Asma berjalan tergopoh-gopoh. Sambil…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 5

Ditinggal Hijrah Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam bersama Abu Bakar r.a. secara diam-diam be­rangkat hijrah ke Madinah, beliau membiarkan ‘A’isyah r.a. tinggal di Makkah. Beliau tidak tega mengajak istri yang belum dewasa itu me­nanggung berbagai kesukaran dan penderitaan. Demikian pula istri beliau yang sudah berusia senja, Saudah r.a. Ia ditinggal…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 4

Kaum orientalis yang lancang tangan menulis soal tersebut bukan­nya tidak bertujuan. Tujuan mereka jelas, yaitu, menyerang pribadi Nabi pembawa agama Islam, Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam Tujuan lebih jauh ialah mempengaruhi umat Islam agar mengingkari kebenaran aga­manya, kemudian meninggalkannya dan memeluk agama lain yang di­peluk oleh kaum orientalis itu sendiri.…