‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 8

‘A’isyah r.a. Menyusul ke Madinah Setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dalam keadaan mantap tinggal di Madinah be­liau mengtus Zaid bin Haritsah berangkat ke Makkah ditemani maula beliau, Abu Rafi’. Beliau menugaskan Zaid memboyong putri-putri be­liau ke Madinah. Bersamaan dengan itu Abu Bakar r.a. juga berkirim surat kepada anak lelakinya, Abdullah,…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 7

Beberapa hari sejak “menghilangnya” Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dan Abu Ba­kar r.a. masyarakat di Makkah ramai membicarakan kejadian itu dan usaha beberapa orang musyrikin Quraisy yang bergerak mengejar …. Pada umumnya kaum musyrikin takut dan khawatir kalau-kalau Ra­sulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dan Abu Bakar kembali…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 6

Pada hari yang ketiga ‘A’isyah r.a. menunggu berita dari Asma, tetapi hingga matahari terbenam orang yang ditunggu beritanya itu belum juga pulang. Hati ‘A’isyah yang cemas gelisah makin gundah gulana. Ia menunggu di luar rumah dengan harapan akan dapat melihat Asma sedang berjalan di kejauhan. Setelah beberapa lama menunggu ia meli­hat Asma berjalan tergopoh-gopoh. Sambil…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 5

Ditinggal Hijrah Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam bersama Abu Bakar r.a. secara diam-diam be­rangkat hijrah ke Madinah, beliau membiarkan ‘A’isyah r.a. tinggal di Makkah. Beliau tidak tega mengajak istri yang belum dewasa itu me­nanggung berbagai kesukaran dan penderitaan. Demikian pula istri beliau yang sudah berusia senja, Saudah r.a. Ia ditinggal…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 4

Kaum orientalis yang lancang tangan menulis soal tersebut bukan­nya tidak bertujuan. Tujuan mereka jelas, yaitu, menyerang pribadi Nabi pembawa agama Islam, Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam Tujuan lebih jauh ialah mempengaruhi umat Islam agar mengingkari kebenaran aga­manya, kemudian meninggalkannya dan memeluk agama lain yang di­peluk oleh kaum orientalis itu sendiri.…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 3

Soal Biasa yang Dibesar-Besarkan ‘A’isyah r.a. telah menjadi istri Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam Ia pindah dari asuhan tangan ayah-bundanya ke dalam naungan suami yang ke­hormatan dan kemuliannya tiada bertolok-banding di dunia sepanjang zaman. Ia tidak hanya menempati rumah tangga beliau, tetapi juga menempati hati beliau. Ia seorang wanita muda…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 1

Ummu Ruman: “Anakku, tak usah engkau risaukan urusan itu. Demi Allah, tidak sedikit istri cantik yang disa­yang suaminya, dan mempunyai beberapa orang madu, ia tentu banyak dibicarakan mereka.” (Dari Haditsul-IJk dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) Menantu Mulia “Orang yang paling jujur kepadaku dalam soal harta dan persa­habatannya ialah Abu Bakar. Seumpama aku mau mengangkat…

SAUDAH BINTI ZAM’AH R.A. Bagian 5

Saudah r.a. tetap tinggal bersama Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam hingga saat keda­tangan ‘A’isyah binti Abu Bakar sebagai istri termuda Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam Ia secara sukarela memberi tempat pertama kepada madunya itu dalam mengatur rumah tangga beliau. Bahkan berusaha memuaskan ‘A’isyah yang baru memasuki gerbang…

SAUDAH BINTI ZAM’AH R.A. Bagian 4

Kuserahkan Giliranku kepada ‘A’isyah! Selesailah sudah pernikahan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam dengan Saudah binti Zam­’ah. Dengan pernikahan suci itu Saudah telah menjadi salah seorang istri Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam … salah seorang wanita termulia di dunia dan akhirat yang berhak menyandang kedudukan sebagai Ummul-Muminin…