UMMU SALAMAH R.A. (Binti Zadir-Rakb) Bagian 1

“Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  nikah dengan Ummu Sa­lamah, aku sangat sedih karena banyak orang me­nyebut kecantikan parasnya. Aku bersikap baik-baik agar dapat melihatnya sendiri, dan ternyata ia jauh lebih cantik daripada yang dikatakan orang.” (Dari ‘A’isyah binti Abu Bakar dalam Thabaqat Ibnu Sa’ad) Mulia dan Cantik Tempat tinggal Ummul-Masakin…

ZAINAB BINTI KHUZAIMAH R.A. (Ummul Masakin) Bagian 2

Sumber riwayat yang lebih dapat dipercaya mengatakan, bahwa Zai­nab binti Khuzaimah r.a. wafat dalam usia 30 tahun. Yaitu sebagaimana dikatakan oleh Al-Waqidiy dan dikutip oleh Ibnu Hajar di dalam Al-Ishabah. Meskipun hidup di tengah keluarga Nabi dalam waktu amat singkat, namun Zainab binti Khuzaimah beruntung mendapat kehor­matan besar sekali sebagai Ummul-Mu’minin. Kecuali itu ia pun…

ZAINAB BINTI KHUZAIMAH R.A. (Ummul Masakin) Bagian 1

“Ia diberi nama Ummul Masakin karena kasih sayangnya kepada kaum fakir miskin.” (Dari Ibnu Ishaq dalam As-SirahAn-Nabawiyyah) Zainab binti Khuzaimah r.a. Tidak berapa lama setelah Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  nikah dengan Hafshah binti ‘Umar, keluarga beliau bertambah lagi dengan seorang istri bernama Zainab binti Khuzaimah bin Al-Harits bin Abdullah bin…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 7

Setelah Khalifah ‘Utsman bin ‘Affan r.a. wafat di tangan kaum pem­berontak pada bulan Zulhijjah tahun ke-35 Hijriyah, ‘Ali bin Abi Thalib r.a. dibai’at sebagai Khalifah dan AmirulMuminin. Dalam masa kekhali-fahannya terjadi malapetaka besar. Ummul Muminin ‘A’isyah r.a. bersa­ma dua orang tokoh sahabat, Thalhah bin ‘Ubaidillah dan Zubair bin Al-‘Awwam, menggerakkan pemberontakan bersenjata melawan Amirul Muminin…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 6

Amanat Termahal di Dunia Semenjak Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  bertindak tegas dan sejak turunnya ayat-ayat 3-5 At-Tahrim, para istri Nabi tidak lagi berulah menyusahkan beliau. Demikian pula Hafshah binti ‘Umar r.a. yang nyaris terlunta-lunta akibat perbuatannya. Sekarang ia telah bertobat dan hidup tenang sebagai Ummul-Mu’minin. Tidak ditemukan lagi adanya berita…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 5

Yang menarik perhatian kita ialah persoalan yang berkaitan dengan Hafshah dan ayahnya, ‘Umar bin Al-Khaththab r.a. Tanpa menyadari akibat yang akan timbul Hafshah membocorkan rahasia yang diwanti-wanti oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  supaya benar-benar disimpan rapat, dan ternyata pembocoran itu menyalakan api yang panasnya cukup menye­ngat. Sementara berita riwayat mengatakan,…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 4

Menghadapi dua orang istri tersebut Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam berusaha sedapat mungkin menenteramkan hati dan perasaan mereka. Beliau me­mahami sepenuhnya bahwa mereka itu adalah wanita. Wajarlah kalau masing-masing mendambakan tumpahan kasih sayang penuh dari suaminya. Atas dasar pengertian itu selalu berupaya agar masing-ma­sing dari mereka tidak terlalu berkeinginan mendapat perlakuan…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 3

Membocorkan Rahasia Setelah dinikah oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam Hafshah binti ‘Umar r.a. pindah ke rumah beliau dan menempati ruang tersendiri di antara beberapa ruangan yang belum berpenghuni. Dua orang istri beliau yang lain, yaitu Saudah binti Zam’ah dan ‘A’isyah binti Abu Bakar memperlihat­kan sikap yang berlainan. Saudah r.a. menyadari…

HAFSHAH BINTI ‘UMAR R.A. (Penyimpan Mus-haf) Bagian 2

Kedatangan ‘Umar r.a. disambut baik oleh Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam, bahkan wajah beliau tampak berseri-seri dan riang. Lain halnya ‘Umar yang datang membawa kejengkelan tersembunyi di dalam dada terhadap Abu Bakar dan ‘Utsman—radhiyallahu ‘anhuma. ‘Umar mohon maaf lebih dulu kepada beliau sebelum menceritakan kepahitan yang baru saja dialami. Dengan lemah…