BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 9

Kalau apa yang dikatakannya itu benar, mengapa kesetiaan dan kecintaan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam kepada Khadijah masih tetap berlangsung terus meskipun istri beliau itu sudah lama wafat? Apakah itu karena beliau takut kalau Khadijah r.a. minta cerai? Kendati Khadijah r.a. telah wafat bertahun-tahun lamanya, mengapa Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 8

Tak Terlupakan Seumur Hidup Benarkah Khadijah r.a. sudah tiada? Tidak! Ia tetap hidup di dalam hati Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam. Ia selalu mem­bayang-bayangi ingatan di mana pun beliau berada. Ia bagaikan pan­caran sinar di tengah gelap gulita…. Benar, sepeninggal Khadijah r.a. Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 7

Khadijah r.a. Wafat Embargo ekonomi dan sosial yang dilancarkan kaum musyrikin Quraisy terhadap orang-orang Bani Hasyim dan Bani Abdul-Muththalib, khu­susnya terhadap Muhammad Rasulullah saw., akhirnya gagal, tidak mencapai tujuannya. Sejarah mencatat bahwa iman yang teguh dan perjuangan gagah berani sanggup mengalahkan maksud jahat yang hendak mengubur kebenaran Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 5

Beberapa bulan menjelang usia empat puluh tahun—usia kedewa­saan berpikir—beliau membiasakan diri ber-khalwat di dalam gua Hira, di pinggiran Makkah. Di tengah kehidupan masyarakat beliau berolah pikir dan di dalam gua Hira beliau berolah rohani. Makin lama ber-khalwat beliau merasa seakan-akan dirinya makin dekat kepada kebenar­an Yang Mahabesar dan merasa terungkap suatu rahasia terbesar di dalam…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 3

Dalam suasana keresahan dan kebingungan melanda pikiran Khadi­jah r.a., datanglah teman wanitanya bernama Nafisah binti Munayyah. Bagi Khadijah r.a. Nafisah bukan sekadar teman biasa, bahkan lebih dari itu. Ia dianggap sebagai saudara sendiri. Karena itu tak ada soal-soal pribadi yang harus dirahasiakan kepadanya. Kini tahulah sudah Nafisah apa yang bergejolak di dalam hati Khadijah r.a.…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 2

Tibalah kafilah Quraisy di Makkah dengan selamat. Keluarga dari masing-masing anggota kafilah menyambut berbondong-bondong mengerumuni unta-unta yang masih tampak letih. Mereka bergembira-ria menyambut kedatangan keluarganya masing-masing. Tentu saja di­sertai harapan bahwa keluarga yang baru datang itu beroleh rezeki yang sepadan dengan jerih payah perjalanan jauh ke negeri Syam. Itulah mereka, tetapi Muhammad Shalallahu alaihi wa…

BUNDA SITI KHADIJAH BINTI KHUWAILID R.A. (Ummul-Mu’minin I) Bagian 1

Perkenalan Pertama dengan Siti Khadijah r.a. Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam.: “Allah tidak memberi kepadaku pengganti istri yang lebih baik dari dia (Khadijah r.a.). Ia ber­iman kepadaku di kala semua orang mengingkari kenabianku. Ia membenarkan kenabianku di kala semua orang mendustakan diriku. Ia menyantuni diriku dengan hartanya di kala…

Bunda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 4

Menurut As-Suhaily di dalam  Ar-Raudhatul-Anf  lima puluh hari setelah kehancuran balatentara Habasyah, Aminah melahirkan putranya. Demikianlah menurut para penulis sejarah pada umumnya.’Abdullah bin ‘Abbas mengatakan, persalinan Aminah terjadi tepat pada hari kehancuran pasukan Abrahah.17 Beberapa sumber riwayat lainnya menegaskan, bahwa persalinana Aminah terjadi dalam tahun Gajah. Aminah melahirkan putranya menjelang fajar hari Senin bulan Rabbi’ul-awwal…

Bunda Nabi Besar Muhammad Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam Bagian 3

Al-Harits yang oleh Abdul-Muththalib diperintah menyusul Ab­dullah ke Yatsrib (Madinah) yang sedang sakit, telah tiba kembali di Makkah… seorang diri. Ia pulang membawa berita sedih kepada ayah­nya, kepada Aminah dan kepada kaum kerabat Bani Hasyim. Abdullah bin Abdul-Muththalib telah wafat di tengah kaum kerabat dari pihak ibunya, Bani Makhzum. Ia wafat dalam perjalanan pulang ke…