‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 21

‘A’isyah r.a. adalah salah seorang sumber utama hadits-hadits Nabi. Hadits-hadits beliau yang diriwayatkan olehnya tidak kurang dari 2.210 (dua ribu dua ratus sepuluh) buah. Pengetahuannya tentang agama Islam cukup banyak. Imam Azzuhriy menegaskan, “Pengetahuan ‘A’isyah r.a. mengenai agama jika dibanding dengan semua pengetahuan yang ada pada istri Nabi lainnya, atau jika dibanding dengan pengeta­huan agama…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 20

‘A’isyah r.a. merupakan istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam, sesudah Khadijah r.a., yang paling banyak beroleh curahan kasih sayang beliau. Putri Abu Bakar r.a. itu merupakan istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam, sesudah Khadijah r.a., yang paling mendalam cinta kasihnya kepada beliau. Berbagai sumber riwayat memberitakan bahwa…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 19

Suasana berubah menjadi hening, semua terpaku diam, hanya tarik­an napas Ummu Ruman yang terdengar berulang-ulang, dan ia pun turut meneteskan air mata. Ketika Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam beranjak hendak pulang meninggalkan tempat, tiba-tiba beliau terlelap kedatangan wah­yu, seolah-olah ruhani dan jasmani beliau berpisah beberapa detik. Be­liau dibaringkan, diselimuti, dan sebuah…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 18

Bagaimanapun pada akhirnya desas-desus itu didengar juga oleh ‘A’isyah r.a. dari seorang wanita kaum Muhajirin. Alangkah terkejutnya ‘A’isyah r.a. mendengar berita itu sehingga badannya terkulai hampir pingsan. Ia menangis dan menumpahkan beban perasaannya selama ini kepada ibunya. Ia berkata, “Maafkan saya, ibu di luar banyak orang berbicara mengenai diriku, tetapi mengapa ibu tidak memberita­hukan semuanya…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 17

‘A’isyah r.a. sama sekali tidak menduga bahwa dirinya akan menja­di pembicaraan orang banyak, hanya karena datang terlambat dengan diantar oleh seorang pemuda rupawan. Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam pun tidak mem­punyai prasangka buruk sedikit pun terhadap Shafwan, bahkan beliau sangat berterima kasih. Akan tetapi di tengah masyarakat terhembus suara berbisa membisik-bisikkan;…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 15

Berbagai sumber riwayat memberitakan, bahwa setiap Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam hendak bepergian jauh untuk memimpin peperangan menangkal se­rangan musuh Islam, beliau selalu mengundi para istrinya, siapa di antara mereka yang menyertai beliau. Sebelum beliau berangkat memba­wa pasukan Muslimin untuk mematahkan perlawanan Bani Mushtha-liq, undian yang beliau lakukan ternyata dimenangkan oleh…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 14

Setelah beliau merasa cukup banyak waktu terbuang sia-sia untuk meredakan kecemburuan para istrinya, dan beliau merasa tidak dapat berbuat terhadap mereka lebih daripada yang sudah beliau lakukan, akhirnya beliau mengambil keputusan hendak menjauhkan diri dari mereka semua. Keputusan tersebut beliau beritahukan kepada mereka dan dengan terus terang menyatakan ingin beroleh ketenangan dalam melaksanakan tugas kewajiban…

‘A’ISYAH BINTI ABU BAKAR R.A. Bagian 13

Mariyah Al-Qibthiyyah juga mengalami kepahitan akibat kecemburuan para istri Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam yang lain, khususnya ‘A’isyah r.a. dan Hafshah r.a. Pada mulanya ‘A’isyah memang tidak menghiraukan Mari­yah karena ia tidak lebih hanya seorang wanita yang dihibahkan oleh penguasa Mesir, Muqauqis kepada Nabi. Toh ia tidak akan beroleh ke­dudukan sebagai…