SHAFIYYAH BINTI HUYAIY R.A. (Wanita Bani Nadhir) Bagian 5

Beberapa lama kemudian Shafiyyah r.a. pindah di tempat kediaman Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam, berdekatan dengan para istri beliau yang lain. Di sana ia menghadapi kesukaran yang membingungkan pikiran. Tiga orang istri Nabi lainnya tinggal sangat berdekatan di sebelah tempat tinggal­nya. Mereka adalah ‘A’isyah, Hafshah, dan Saudah—radhiyallahu ‘an-hunna. Demikian pula di…

SHAFIYYAH BINTI HUYAIY R.A. (Wanita Bani Nadhir) Bagian 4

Tibalah Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  bersama pasukannya di Madinah. Anas me­nuturkan, setiba mereka di dalam kota unta yang dinaiki Shafiyyah ter­antuk batu hingga ia jatuh terpelanting. Rasulullah segera turun meno­longnya. Ketika itu banyak wanita yang melihatnya pada bersungut-sungut, “Allah akan menjauhkan perempuan Yahudi itu!”[1] Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa…

SHAFIYYAH BINTI HUYAIY R.A. (Wanita Bani Nadhir) Bagian 2

Mimpi Shafiyyah dan Ingatannya Selama beberapa waktu, Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  berada di Khaibar menunggu suasana tenang pulih kembali. Setelah Shafiyyah tampak mulai tenteram, tidak terguncangkan lagi jiwanya oleh peperangan yang menghancurkan bangsanya di Khaibar, Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  bersama pasukan beranjak pulang ke Madinah.…

SHAFIYYAH BINTI HUYAIY R.A. (Wanita Bani Nadhir) Bagian 1

Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  berkata kepadanya, “Jawablah; suamiku Muhammad, ayahku Harun, dan paman­ku Musa!” (Al-Ishabah: VIII/127, Al-Isti’ab: I V/1872, danAs-Samthuts-Tsamin: 121) Penaklukan Yahudi Khaibar Lewatlah sudah tahun ke-6 Hijriyah, tahun terjadinya beberapa peris­tiwa penting, yaitu pernikahan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  dengan Juwairiyyah binti Al-Harits r.a.,…

JUWAIRIYYAH BINTI AL-HARITS R.A. (Putri Pemimpin Bani Musthalia) Bagian 5

Apa yang diperkirakan dan dikhawatirkan ‘A’isyah terjadi dalam kenyataan; Rasulullah melihat seorang hamba sahaya rupawan … kemu­dian Juwairiyyah binti Al-Harits itu menyertai kehidupan ‘A’isyah di tengah keluarga Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  Juwairiyyah menjadi wanita mukminah dan muslimah yang baik dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, sekaligus pula menjadi Ummul-Mu’minln. Akan…

JUWAIRIYYAH BINTI AL-HARITS R.A. (Putri Pemimpin Bani Musthalia) Bagian 4

Pernikahan Juwairiyyah dengan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  itu sungguh ber­dampak sosial sangat positif, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi kaumnya. Ia sendiri selamat dari perbudakan, bahkan beroleh kemulia­an yang sangat tinggi sebagai Ummul-Mu’minin. Sedangkan warga kabi­lahnya selain terselamatkan dari perbudakan yang memalukan, juga terselamatkan dari murka Allah di dunia dan…

JUWAIRIYYAH BINTI AL-HARITS R.A. (Putri Pemimpin Bani Musthalia) Bagian 3

Pengantin Membawa Berkah Berita pernikahan Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  dengan putri Al-Harits bin Abi Dhi­rar demikian cepat tersebar di kalangan penduduk Madinah. Mereka mendoakan wanita dari Bani Mushthaliq yang beroleh kemuliaan mela­lui pernikahannya dengan Nabi dan Rasul yang mereka imani dan me­reka junjung tinggi. Anggota-anggota pasukan Muslimin dalam perang di…

JUWAIRIYYAH BINTI AL-HARITS R.A. (Putri Pemimpin Bani Musthalia) Bagian 2

Dengan berakhirnya perang Khandaq kaum Muslimin pulang ke tengah keluarganya masing-masing untuk beristirahat. Akan tetapi belum lama mereka istirahat, terdengar aba-aba di siang hari bolong, yang atas perintah Nabi menyerukan, “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya janganlah menunaikan shalat ashar sebelum tiba di tengah permukiman Bani Quraidhah!” Aba-aba tersebut bukan lain adalah perintah gerakan…

JUWAIRIYYAH BINTI AL-HARITS R.A. (Putri Pemimpin Bani Musthalia) Bagian 1

“Pada waktu Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam  membagi tawanan pe­rang wanita Bani Musthaliq (melalui undian), Juwairiyyah binti Al-Harits jatuh di tangan Tsabit bin Qais, atau saudara sepupunya. Wanita itu kemudi­an berusaha keras hendak menebus dirinya (untuk dimerdekakan). Ia seorang wanita yang berwajah manis dan elok. Setiap pria yang melihatnya pastik tertarik.…